Senin, 02 Januari 2017

Yokaiwara


Red Light District  From Monster

“Selamat datang tuan petualang silahkan mampir kesini.”

“Hai tuan petualang hebat kenapa kau tak mampir sebentar untuk minum.”

“Mari tuan-tuan petualang! Kami mempunyai monster baru yang sangat cantik silahkan Mampir.”

“Tuan petualang otot mu sangat kuat dan besar pasti kau sangat perkasa bagaimana kalau mampir sebentar tuan, akan kuberi harga murah lo.”

Beginilah keseharian di daerah yokaiwara, banyak monster2 perempuan dan para germo mencoba menjual dan menjajakan diri mereka hanya untuk memusaskan hasrat dan hawa nafsu para petualang dan kesatria yang mencari hiburan malam.

Yokaiwara baru 10 tahun berdiri tapi sudah sangat-sangat populer dikalangan para manusia. Mereka menyukai gadis-gadis yang cenderung aneh dan juga menjijikan yang mempunyai bentuk yang tidak lazim pada umumnya. Kalau bisa dijelaskan monster apa mereka, kebanyakan ras iblis, vampire, succubus, lamia, orc, centaur, manusia hewan, dan bahkan goblin juga ada ya goblin perempuan bisa kaubayangkan bagaimana penampilan nya goblin yang pendek dan hijau bahkan  diantara monster lain mungkin dia yang terburuk dan mempunyai wajah paling menyeramkan.

Tapi mungkin pendapatku bisa salah ternyata di Yokaiwara ini dialah yang sangat populer bahkan dikalangan monster-monster elit yang mempunyai wajah cantik dan badan yang  semampai  seperti succubus pun kalah oleh goblin ini.


 

Sang Ratu Yokaiwara
Part 1
Suasana hingar-bingar malam yang penuh dengan lampu-lampu terang dan semakin malam semakin ramai orang yang lalu lalang. Mereka berhenti di depan satu dua rumah dan berbicara pada gigolo-gigolo itu lalu bila ada kesepakatan mereka menyuruh masuk kedalam. Memang yang mereka bicarakan adalah hal-hal yang berbau dewasa, ya memang seperti itu bila kau melihat Yokaiwara tak jauh berbeda dari tempat pelacuran lainnya. Akan tetapi, bila normalnya tempat lampu merah itu berisi gadis-gadis cantik. Namun, Yokaiwara berbeda disinin mungkin ada gadis cantik tapi mereka kebanyakan bukan dari kalangan manusia. Yah kau benar bukan manusia mereka adalah ras-ras monster yang unggul.

“Aku ingin bertemu ratu yokaiwara cepat bawa dia kemari.”

“Maaf tuan besar, sang ratu malam ini tidak akan melayani siapapun.”

“Kau! Dasar TOLOL!!! Kalau aku suruh sekarang ya sekarang, cepat bawa dia kemari.”

“Sepertinya Tuan Marundan membuat masalah lagi.”

“kenapa dengan dia?”

“Dia ingin bertemu Sang Ratu Yokaiwara.”

“Kenapa tak kau pertemukan saja mereka.”

“Tapi bos, Ratu yokaiwara itu susah untuk ditemui, hanya bila dia mau baru dia akan menemuinya.”

“Baiklah aku akan mencoba untuk membujuk dia.”

Kepopuleran Sang Ratu Yokaiwara tidak diragukan lagi. Dia banyak dicari oleh kesatria-kesatria besar, 
bangsawan, dan bahkan petualang-petualang hebat. Dia seorang Goblin. Ya goblin, bila kau tahu bentuk goblin pasti kau akan beranggapan dia adalah perempuan yang buruk berwajah aneh, badan pendek, bewarna hijau dan yang membuat membayangkan dia seorang goblin yang buruk rupa.

“Hmm nyonya. bisakah kau bertemu sekali saja dengan Tuan Marundan, agar dia tidak membuat masalah lagi.”

Wajah misterius yang tertutup oleh kipas di bawah cahaya sinar bulan memancarkan aura yang sangat menawan. Dia adalah sang ratu yokaiwara Larchnia.

“Apakah aku harus menemuinya?”

“Bila nyonya tidak menemuinya, nanti dia akan mengamuk dan berbuat masalah lagi.”

”Tuan... sebenarnya aku kurang sehat dan tidak ingin menemui siapapun pada hari ini.”

“Nyonya, bagaimana bila kau hanya menemaninya untuk minum dan menuangkan arak kepadanya.”

“hmmm.... baiklah tapi tak lebih dari 3 botol arak aku akan pergi dan kembali kesini, tolong bilang itu kepada tuan Marundan.”

“Baik nyonya.”

Larchnia Belst, sangat rupawan wajahnya walaupun berwarna hijau agak keputih-putihan , tapi parasnya yang elok dan sangat berwibawa membuat dia sangat terkenal dan di cintai banyak orang. Dia adalah sang ratu yokaiwara yang selalu bisa menghibur tamunya dengan puas. Larchnia Belst sudah 5 tahun berada di Yokaiwara ini, tapi mendapat julukan ratunya sekitar 2 tahun belakangan ini.

“Tuan Marundan, sang ratu akan menemui Anda tapi dia hanya akan menemani minum arak dan hanya 3 botol saja.”

“APA!!! berani sekali dia menantangku, apa dia tidak tahu siapa yang memanggilnya, cepat bawa dia kemari.”

“Maaf tuan , saya benar-benar tidak bisa melakukan itu bila nyonya tidak setuju.”

Tuan Marundan adalah seorang bangsawan yang sudah sering datang ke Yokaiwara ini. Dia sangat terkenal dikalangan monster-monster lacur itu. Tuan Marundan orang yang tidak segan-segan untuk mengeluarkan banyak uang untuk bermain-main dengan monster-monster lacur itu.

“Maafkan kedatangan saya yang terlambat Tuan, mohon kiranya hukumlah aku.”

Di saat suasana genting dan mendesak karena Larchnia Belst atau sang ratu Yokaiwara tidak ingin membuat masalah untuk tempat ini dia segera bergegas untuk menemui Tuan Marundan.

“Tidak apa-apa Belst, maafkan aku juga yang tidak sopan karena bertindak kasar dan kurang sopan ditempat ini.”

“Tolong siapkan sebuah ruangan untuk kami berdua, bawakan arak terbaik dan makanan-makanannya.”

“Baik tuan.”

Tuan Marundan dan Sang ratu Yokaiwara Larchnia Belst pergi ketempat ruangan yang telah disediakan oleh para pekerja di situ. Mereka berbincang-bincang dan tertawa sambil bercanda, juga sambil mendengarkan keluh kesahnya tuan Marundan.

“Kau terlihat pucat Belst.”

“Ya tuan akhir-akhir aku merasa kurang sehat.”

“Maafkan aku yang telah membuat kekacauan, aku sebenarnya tidak ingin berbuat seperti itu, tapi aku sangat benar-benar ingin bertemu denganmu Belst.”

“Ada masalah apakah tuan? Sepertinya kau kelihatan sangat cemas dan ketakutan.”

“Kau benar Belst, orang-orang kerajaan itu sudah mulai akan menaikan pajak tanah lagi tahun ini, dan juga akan mengaudit daerah kekuasaanku, aku benar-benar sangat kesal .”

Tuan Marundan mempunyai nama lengkan Marundan Ekavalier Nonthrees II dia adalah keluarga bangsawan terkemuka dari keluarga Nonthrees, mempunyai perawakan yang cukup besar cenderung gendut, dia adalah benar-benar bangsawan keji yang memperlakukan pegawai-pegawai dengan semena-mena menarik pajak yang tidak seharusnya ditetapkan oleh kerajaan untuk dirinya sendiri dan juga berbagai cara untuk menyuap para penyelidik-penyelidik kerajaan itu.

“Apakah kau tidak bisa dengan memakai cara yang biasa tuan lakukan.”

“Kurasa sudah tidak bisa Belst. Dia penyelidik yang jujur dan sepertinya punya integritas yang tinggi pada kerajaan.”

“Benarkah itu tuan? Sangat jarang sekali ada seorang pegawai kerajaan yang punya dedikasi tinggi seperti itu.”

“Kau tidak usah terlalu memuji dia, dia mungkin adalah seorang miskin yang terlantar dan direkrut oleh kerajaan untuk menjadi anjing setianya.”

Setelah mendengar dan cukup lama berbincang-bincang Larchnia Belst menuangkan satu botol arak terakhir dan tiba-tiba tuan Marundan langsung memegang tangannya dengan kuat.

“Belst... tidak bisakah malam ini kau melayaniku.”

“Maafkan aku tuan, aku benar-benar tidak bisa.”

“Belst.. Belst.. kumohon...”

Tuan Marundan menggenggam nya dengan erat dan mulai menjitlati pipinya Belst dengan tangannya yang nakal meraba-raba tubuh Belst.

“Bruuuk..”

“Aduuh...”

“Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja menendangmu ini reflek diluar kehendakku.”

“Belst kenapa kau begitu kasar padaku? Padahal kau dulu sangat senang saat melayaniku. Apakah kau meminta bayaran yang lebih? Akan kuberikan berapapun asal kau mau menemaniku malam ini Belst.”

“Maafkan aku tuan.”

Belst pun langsung meninggalkan tuan Marundan yang sedang kesakitan itu. 

“Belst...”

Begitulah malam-malam yang selalu dilewati oleh sang ratu Yokaiwara, menemani satu demi satu pria yang hanya ingin memuaskan nafsu mereka. Entah apa yang dipikirkan Larchnia Belst saat ini, setelah 5 tahun di yokaiwara dan akhirnya berhasil mencapai puncak tertinggi di daerah itu ada kekosongan dalam hatinya. Perjalanan penuh pilu dan kenapa dia bisa sampai di tempat ini masihlah menjadi sebuah teka-teki.
                                                      
                                                                            Bersambung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar